- See more at: http://cahsidakaton.blogspot.com/2012/06/cara-membuat-teks-area-dengan-berbagai.html#sthash.iNCW1FWM.dpuf Welcome to Adah's Blog :)): Kisah Husnudzan

web widgets

November 11, 2013

Kisah Husnudzan


Ada sebuah kisah tentang prasangka baik itu…
Dikisahkan ada seorang Ayah memiliki dua orang putri. Mereka berdua sebaya tapi sikap mereka segala sesuatu berbeda, Kakaknya selalu curiga terhadap segala sesuatu alias su’udzon, sedangkan adiknya selalu berhusnudzon dalam menghadapi segala sesuatunya.
Suatu hari, Ayah mereka ingin memberi kedua putrinya hadiah. Ayah tahu bahwa sang kakak sangat menyukai perhiasan, sementara sang adik sangat menyukai kuda. Sang Ayah membelikan kalung yang sangat mahal dan indah untuk sang kakak, sedangkan untuk sang adik sayah ingin menguji, ia hanya memberi satu kotak kotoran kuda.
Apa yang terjadi?
Ketika si kakak diberi kalung indah tersebut, sama sekali tidak ada senyum di pipinya, bahkan keningnya mengernyit. “Jangan-jangan ini kalung imitasi, atau… sepertinya kalung ini sudah dicoba oleh ribuan leher. Ah… kado yang menyebalkan, seharusnya aku sendiri yang membelinya agar aku yakin,” gerutu si kakak. Sang ayah terkejut sekali dengan reaksi ini. Tidak ada ucapan terima kasih. Tidak ada pancaran kegembiraan, yang ada hanyalah tampang asam dan kecut.
Tapi sang ayah lebih terkejut ketika melihat reaksi si adik begitu membuka kotak hadiahnya yang berisi satu kotak kotoran kuda! Sang adik tiba-tiba berteriak luar biasa kencang dan girang. Ia sangat histeris sampai menghambur tahu kuda itu dengan kedua tangannya. “ Ayaaahh… ayahhh… terimakasih… ayah sembunyikan dimana kudanya? Ayolah katakana padaku, ayah sembunyikan dimana kuda untukku?” ucap si adik. Sang ayah geleng-geleng kepala sambil tersenyum lebar, betapa bahagianya ia melihat putri bungsunya itu bergembira hanya dengan sebuah kado sekotak kotoran kuda, bahkan mengira sang ayah telah menyembunyikan kado yang sesungguhnya yaitu seekor kuda. Demi memenuhi perasangka baik putrinya dan melihat kebahagiaan di wajah putrinya itu, sang ayahpun memberikan seekor kuda.
Kita tidak pernah tau dapat lebih dari yang kita perasangkakan, jadi tetap peliharalah prasangka baik. Semoga kita terjauh dari sikap pesimis, frustasi dan takabur dalam kehidupan orang yang menjadikan husnudzon sebagai pekaiannya.

No comments:

Post a Comment